Tentang Kami

SEJARAH SINGKAT PELOPOR

Pada tahun 1955 sampai dengan tahun 1956, dikirim 15 personel untuk mengikuti pendidikan di Okinawa, Jepang sebanyak 2 gelombang dan di Filipina. Pilihan pertama tempat belajar adalah Filipina dan Jepang, di Filipina para peserta memperoleh pendidikan dan Latihan dari para instruktur yang berpengalaman, pilihan studi ke Filipina terjadi karena situasi gangguan keamanan dan medan yang harus dihadapi mirip sekali dengan Indonesia.

Sedangkan pilihan Okinawa adalah terjadi karena tempat itu merupakan pangkalan AS terbesar di pasifik sesudah perang dunia II berakhir, di Okinawa para peserta menerima pendidikan dan Latihan dari para instruktur Angkatan Darat AS yang sudah berpengalaman. Tahun 1956, direkrut 15 personel dari lulusan SPN Sukabumi yang lulus seleksi untuk dididik kualifikasi ranger di SPMB (Sekolah Pendidikan Mobile Brgiade) Porong Watukosek oleh lulusan Okinawa gelombang pertama yang lulus pada tanggal 20 Oktober 1956 sebagai lulusan Ranger pertama dan ditempatkan sebagai asisten instruktur Ranger di SPMB Pada tahun 1959, dididik 3 angkatan sebagai cikal bakal pembentukan Satuan Ranger Pelopor yang terdiri dari : Angkatan 1, dididik 196 orang lulus 117 orang dan ditempatkan di Kompi 5994 Ranger dipimpin oleh Danki AKP KE. Loemy. Angkatan 2, dididik 169 orang lulus 109 orang dan ditempatkan di Kompi 5995 Ranger dipimpin oleh Danki AKP Anton Soedjarwo. Angkatan 3, dididik 242 orang lulus 114 orang dan ditempatkan di Kompi 5996 Ranger dipimpin oleh AKP Saim, karena AKP Saim ditugaskan ke luar negeri makan dilanjutkan oleh PJS AKP Hudaya Sumarya. Pada tahun 1961, ketiga Kompi disatukan menjadi Batalyon 1232 Ranger Pelopor.

Pada tanggal 14 November 1961, atau bertepatan dengan HUT Brimob dilakukan penyerahan penghargaan “Nugraha Sakanti Jana Utama” oleh Presiden Soekarno dan sekaligus perubahan dari Mobile Brigade (Mobrig) manjadi Brigade Mobil (Brimob). Bersamaan dengan itu nama Ranger diganti menjadi Pelopor dan Batalyon 1232 Ranger menjadi Batalyon 1232 Pelopor yang terdiri dari Kompi A atau Kompi 5994, Kompi B atau Kompi 5995 dan Kompi C atau Kompi 5996. Pada tanggal 14 November 1964, berdasarkan SKEP MEN/PANGAK Nomor Polisi : 32/XI/1964 dibentuklah Resimen Pelopor dengan Duaja ´Wajracyena’. Tanggal 17 Maret 1972, berdasarkan SKEP Kapolri Nomor 5 Tahun 1972, Resimen Pelopor di liquidasi. Tahun 1995, Dankorbrimob Brigjen Polisi Sutiyono mengadakan Sarasehan di Pusdik Brimob dan mengundang beberapa tokoh antara lain Bapak A. Basyir dan Bapak Hudaya Pada bulan Oktober 1997, berdasarkan Surat Perintah Kapolri Nopol : Sprin/3055/X/1997 dilaksanakan latihan Kualifikasi Pelopor selama 5 bulan dan dilatih oleh instruktur mantan-mantan Pelopor.

Berdasarkan Surat Perintah Kapolri Nomor Polisi : Sprin/3157/X/1997 dilaksanakan pendidikan Pelopor di Pusdik Brimob terhadap 30 personel lulusan AKPOL tahun 1997. dan ,berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor Polisi : KEP/53/X/2002 dan KEP/54/X/2002 tentang susunan organisasi dan tata kerja dibentuklah Satuan II Pelopor dan Satuan II Pelopor untuk tingkat Mabes Polri dan Detasemen Pelopor untuk tingkat Polda. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2017 dan Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2017 tentang susunan organisasi dan tata kerja pada tingkat Mabes Polri maka dibentuklah Pasukan Pelopor yang berkedudukan dibawah Dankorbrimob Polri dan dipimpin oleh Brigadir Jenderal Polisi yang membawahi Resimen I Pasukan Pelopor, Resimen II Pasukan Pelopor, Resimen III Pasukan Pelopor. Jika dilihat rentang waktu keberadaan Pelopor, ada tiga masa yang perlu disimak : Pertama, ketika bermunculan aneka pemberontakan di dalam negeri maka Pelopor dibutuhkan dan kemudian dilahirkan oleh pemerintah, hal ini berlangsung sekitar rentang waktu tahun 1956 s/d tahun 1972. Kedua, ketika situasi dalam negeri terlihat aman, maka Pelopor dikembalikan melebur ke Brimob.

Masa ini berlangsung antara tahun 1973 s/d 1995 Ketiga, sesuai dengan kebijakan pimpinan Angkatan Bersenjata RI bahwa didalam penanganan keamanan dalam negeri, maka perlu dibentuk kembali Brimob berkemampuan Pelopor. Rangers atau Pelopor dibentuk karena kondisi kemanan dalam negeri pada saat itu dibutuhkan satuan kecil yang dapat bergerak cepat, senyap dan dapat menghancurkan musuh-musuh negara, disamping itu Pelopor juga sebagai penyeimbang kekuatan militer dan mengamankan Pemerintah dari ancaman kudeta.